ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BENGKULU

HENCE MAHRAYANY PASARIBU
E1I017024
KELAS A
EKOLOGI LAUT TROPIS

Dr. Yar Johan, S.Pi., M.Si
Kuis 3

1.Sebutkan macam-macam adaptasi pada biota yang ada di laut tropis dan  berikan contohnya

Masing-masing!
2. Apa nama laut terdalam di dunia? Dan dimana letaknya?

Jawab:



1.Ada 3 macam adaptasi biota laut tropis:
1   Adapasi morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup. Pada biota laut dalam, adaptasi morfologi dapat dilihat dari bentuk tubuh biota laut dalam yang kecil dan pada umumnya bertubuh transparan karena tubuhnya tidak mengandung pigmen.
Secara morfologis, senjata pembunuh seperti rahang, tengkorak dan dimensi mulut mengalami perubahan pada organisme laut dalam.Ciri umum mereka adalah mulut yang melebar, rahang yang kuat dan gigi-gigi tajam.
Mereka harus seoptimal mungkin mencari mangsa yang jarang di laut dalam. Praktek kanibalisme juga sering terjadi di beberapa spesies. Bentuk spesies non ikan seperti moluska dan sebangsanya akan adaptif untuk memakan mikroorganisme yang ada. Mereka sulit bersaing dengan ikan yang ganas. Untuk senjata mempertahankan diri, mereka biasanya mampu berkamuflase dengan kondisi sekitar.
 Satu persamaan dari mereka adalah, evolusi morfologis mengubah bentuk mereka menjadi kecil. Jarang ada organisme yang berdimensi panjang lebih dari 25 cm. Contoh dari hewan-hewan laut yang mampu hidup pada zona ini Phronima,cumi-cumi,Amoeba,Comb Jelly,Cepepod,ikan Hatchet.

2   Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada organ atau alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik. Adaptasi fisiologi ini penekanannya menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh mengalami perubahan sehingga tetap bertahan hidup.

3.Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya dengan cara memperlihatkan tingkah lakunnya.Biasanya pada pada ikan paus sesekali menyemburkan diri ke permukaan untuk mendapatkan oksigen setiap 30 menit sekali dan pada biota di zona intertidal biasanya pada saat air surut biota-biota seperti kepiting, cacing-cacingan menenggelamkan diri ke dalam pasir dan pada saat pasang tinggi biota tersebut aktif untuk mencari makan, selain itu pada kerang-kerangan misalnya pada jenis kerang hijau (Perna viridis) untuk menghindari kuatnya arus dengan melekatkan tubuhnya sangat erat ke batu-batuan menggunakan bysus.
 Dan pada jenis kerang lain seperti kerang darah, pada kondisi kualitas air yang buruk maka kerang tersebut menutup tubuhnya rapat-rapat dan akan membuka kembali sampai kondisi perairan tersebut normal. Beberapa organisme yang mengalami siklus reproduksi, akan mempunyai perilaku yang unik untuk menarik pasangannya di tengah kegelapan. Mereka akan memendarkan cahaya yang tampak kontras dengan kondisi sekitar yang serba gelap.
Dalam ekosistem dasar laut sebisa mungkin mereka dapat memperoleh sumber energi atau makanan agar dapat bertahan hidup, oleh karena itu beberapa ikan yang hidup di ekosistem ini dilengkapi keahlian khusus agar dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan mangsa,seperti Ikan Fang Toot: Ikan Fang Tooth memiliki tingkat agresifitas yang tinggi sehingga ketika ada mangsa yang lewat didepannya ia dengan cepat memakannya,karena memang tidak banyak hewan laut yang mampu hidup dalam ekosistem ini.

Kemudian contoh lainnya adalah Ikan Hairy angler:

Ikan Hairy angler yang tubuhnya dipenuhi dengan atena sensitif, antena tersebut sangat sensitif sekali terhadap setiap gerakan,fungsinya untuk mendeteksi mangsa yang ada didekatnya. Di laut dalam seringterlihat cahaya yang berkedip-kedip, cahaya tersebut adalah Biolumin escence.
Biolumin escence adalah cahaya yang dapat dihasilkan oleh beberapa hewan laut, cahaya tersebut berasal dari bakteri yang hidup secara permanen didalam sebuah perangkap. Biolumin escence digunakan oleh hewan laut dalam sebagai alat perangkap atau alat untuk menarik mangsa,
 kurang lebih biolumin escence berfungsi sebagai umpan. Pada umumnya biolumin escence dimiliki oleh setiap hewan laut dalam, baik betina maupun jantan. Namun beberapa diantaranya ada yang hanya dimiliki oleh hewan laut betina.
Cahaya biolumine scence yang dihasilkan biasa berwarna biru atau kehijauan, putih, dan merah. Walau sebagian besar biolumin escence digunakan untuk mekanisme bertahan hidup, namun beberapa diantara hewan laut dalam tersebut menggunakan biolumines cence untuk menarik lawan jenisnya.


2.Palung Mariana atau Palung Marianas adalah palung yang paling  dalam yang diketahui, dan lokasi terdalamnya berada di kerak bumi. Palung ini terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepulauan Mariana di 11° 21' Lintang Utara dan 142° 12' Bujur Timur, dekat juga dengan negara Jepang. Palung ini merupakan batasan di mana dua lempeng tektonik bertemu, ,zona subduksi di mana lempeng disubduksi di bawah Lempeng Philipina. Kedalaman dari palung ini jauh di bawah permukaan laut, lebih jauh dari ketinggian Gunung Everst di atas permukaan laut.
Palung ini memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah permukaan laut. Kalau dihitung menurut garis lintang dan garis bujur Bumi, palung ini berada 6.366,4 km dari pusat Bumi. Samudra arktik, di sisi lain, dengan kedalaman 4 km, memiliki jarak dasar laut dengan pusat bumi sebesar ~6.352,8 km, 13,6 km lebih dekat.
Pertama kali diteliti pada 1951 oleh kapal Angkatan laut Britania, Challenger II, yang memberikan nama titik terdalam dari palung tersebut kedalaman challenger. Menggunakan gema suara.

Sumber:
https://googleweblight.com/i?u=https://thasilperikanan.blogspot.com/2017/09/makalah-ilmu-pengantarperikanan.html?m%3D1&hl=id-ID
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Palung_Marian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DAERAH PENANGKAPAN IKAN